K2 Park Perizinan Pembangunan superblok Mewah

K2 Park Perizinan | Proyek superblock apartment terbaru di Gading Serpong dari Prioritas Land setelah sukses dengan penjualan Majestic Point Serpong Apartment. Mengusung konsep The Symphony of Living, K2 Park akan hadir sebagai kawasan mixed used lifestyle mall dengan konsep sunken plaza ( pusat perbelanjaan bawah tanah), komplek pendidikan, hotel dan 4 tower apartment K2 Park. Area K2 Park akan di dominasi oleh taman terbuka hijau dengan landscape yang rindang, teduh dan hijau.

Memiliki lokasi yang strategis di Jl. Raya Kelapa Dua Gading Serpong Tangerang, K2 Park mudah dicapai dari exit tol Serpong, tol Legok / Karawaci, atau exit tol BSD City. K2 Park Gading Serpong Hanya berjarak 5 menit dari Summarecon Mall Serpong, Universitas Multimedia Nusantara UMN, Sekolah Tarakanita, Stella Marris, dan juga hotel Atria Gading Serpong.

K2 Park Serpong dikelilingi oleh pemukiman elit Gading Serpong, di mana harga rata-rata tanah saat ini sudah mencapai 15-30 juta per m2, dengan harga rumah untuk luas 240 m2 rata-rata Rp 3.8 M.
Nama Proyek : K2 Park
Developer: Prioritas Land Indonesia
Alamat Lokasi : Jl. Raya Kelapa Dua, Gading Serpong, Tangerang.
Total lahan : 3 hektar
Bangunan : 6 menara tower (1 education centre / office tower, 4 tower K2 Park Apartment dan 1 hotel )
Total hunian : 2500 unit.
Total lantai : 35.

 K2 Park Perizinan Pembangunan superblok Mewah

Paket kebijakan ekonomi yang salah satunya berfokus pada peningkatan investasi di sektor properti disambut baik oleh para pelaku usaha di dunia properti. Disebutkan, pemerintah berkomitmen untuk mengeluarkan kebijakan yang mendorong pembangunan perumahan atau properti secara umum.

Seperti yang tertuang dalam paket kebijakan ekonomi tahap 1, pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menggerakkan ekonomi nasional, termasuk industri properti tentunya, yaitu dengan deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan kepastian usaha. Pemerintah sadar, ada banyak hambatan yang selama ini membuat industri nasional tak berkembang pesat atau jalan di tempat, salah satunya karena proses perijinan yang rumit.

Dikeluhkan pengembang sebelumnya, Menteri PUPR Muhammad Basuki Hadimuljono menegaskan, akan memangkas perizinan untuk pembangunan perumahan yang selama ini dikeluhkan pengembang. "Salah satu fokus kami memang memangkas proses perizinan. Kami usahakan satu pintu dan waktunya cepat, agar lebih sederhana dan semua proses berjalan cepat," kata Basuki, saat bertemu dengan Asosiasi perumahan, REI, APERSI dan ASPERI, di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Langkah ini dinilai menjadi angin segar bagi industri properi yang tahun ini tak bisa dipungkiri mengalami penurunan penjualan sebagai dampak dari ekonomi nasional yang melambat. Dihar Dakir, Manajer Humas PT Prioritas Land Indonesia, salah satu developer baru yang tengah berkembang pesat, sangat yakin terobosan yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo ini bermanfaat untuk para pelaku usaha properti.
“Proses perizinan adalah salah satu faktor penting buat para pengembang. Kami sejauh ini sebenarnya tak pernah mengalami kesulitan dalam setiap proses pengajuan perizinan kepada pemerintah daerah tempat proyek kami berada, namun jika pemerintah ingin lebih mempermudah dan mempercepat lagi proses tersebut, maka itu akan lebih bagus,” kata Dihar.

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) sendiri saat berita ini diturunkan 15 oktober tahun 2015 lalu,  tengah mempersiapkan penggarapan salah satu proyeknya di kawasan Gading Serpong yaitu apartemen K2 Park. Dan sekarang sudah dimulai pembangunannya. Menurut Dihar, proses perijinan di pemerintah Kabupaten Tangerang sejauh ini tak ada masalah.

“Semua proses tersebut berjalan lancar dan sesuai target waktu yang kami rencanakan. Saat ini kami tengah merevisi dokumen AMDAL yang diminta Komisi Penilai AMDAL Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Diharapkan setelah adanya komitmen pemerintah pusat untuk memangkas proses perijinan, prosesnya bisa berjalan lebih cepat dan lancar,” harap Dihar.

Setelah Surat Rekomendasi AMDAL yang telah disetujui Bupati Tangerang terbit, maka barulah izin untuk mendapatkan IMB bisa diproses. Biasanya setelah rekomendasi AMDAL keluar, IMB akan segera diterbitkan dan pengembang bisa memulai proses pembangunan.

Uniknya, sepanjang proses pembuatan izin tersebut, masalah justru sering datang dari pihak lain yang memanfaatkan isu perizinan untuk menyebarkan kabar-kabar bohong. PLI sendiri, kata Dihar, sempat mengalami hal tersebut untuk proyek mereka di K2 Park.

“Kami sebagai perusahaan properti nasional, selalu taat dengan prosedur. Mengenai pembangunan, pada saatnya pasti akan dilakukan jika semua perizinan sudah rampung yang mana itu membutuhkan waktu dan sudah masuk dalam perhitungan kami sebagai pengembang,” ujar Dihar.

Comments

Popular posts from this blog

K2 Park Progress pembangunan apartemen di Gading serpong

PT Prioritas Land Indonesia proyek